Diary PMD, Blog Baruku

Welcome to my blog!

Akhirnya kesampaian juga membuat blog baru di wordpress. Agak gagap, sih. Terlalu lama di platform yang lain dan sekarang ingin belajar otak-atik wordpress.

Sebenarnya sudah lama saya ingin membuat blog yang khusus bercerita tentang pekerjaan saya di bidang pemberdayaan masyarakat desa. Secara ini bidang lagi populer kan? (((Pede amat ya, merasa populer))) Yah, paling tidak populer di desa sejak adanya Dana Desa.

Jadi ya… Bismillah, niat ingsun menulis semua hal terkait dengan pemberdayaan masyarakat desa. Makanya judul blog inipun “Diary PMD”. PMD adalah Pemberdayaan Masyarakat Desa. Semoga nanti bisa menulis hal-hal yang bermanfaat, tentunya dari sudut pandang saya.

Tentang Definisi Pemberdayaan Masyarakat Desa sendiri, saya akan mengutip dari Ketentuan Umum Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa dan berbagai peraturan perundangan turunan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 lainnya.

Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa.

Jika definisi tersebut dikupas, ada 3 hal yang menjadi perhatian dalam pemberdayaan masyarakat desa, yaitu:

  1. Tujuannya adalah masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera.
  2. Caranya dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, dan kesadaran akan sumber daya yang dimiliki.
  3. Desa bisa mengetahui kebutuhannya sendiri dan membuat kebijakan, program dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk tujuan itulah Dana Desa digelontorkan langsung ke desa. Dulu dalam hal pembangunan, masyarakat desa selalu menunggu dana turun dari pemerintah di atasnya dan penggunaan danapun telah ditentukan dari pemberi dana. Sekarang desa bisa merencanakan dan melaksanakan pembangunan sesuai kebutuhannya.

Tujuan akhir pemberdayaan masyarakat desa ini tergambar dari slogan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang sejak adanya Dana Desa selalu didengungkan, yaitu “Dari Desa Membangun Indonesia”.

Jadi, ketika maksud pemberdayaan masyarakat desa itu telah tercapai, yaitu masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera, maka Indonesia yang sejahterapun semoga bisa tercapai.

Ini adalah pandangan optimis saya. Meskipun dalam kenyataannya pemberdayaan masyarakat desa itu tak selalu seindah yang ada di bayangan. Tetapi, menjadi optimis tak pernah salah kan?

Sekian dulu prolognya. Semoga setelah ini saya bisa konsisten menuliskan pengalaman saya di bidang pemberdayaan masyarakat desa. Insya Allah.

 

 

Iklan